GHOST-SONG

Kamis, 12 November 2009

PENDIDIKAN PADA MASA KHULAFAURASYIDIN

BAB I
PENDAHULUAN

Khulafaurrasyddin adalah pecahan dari kata “Khulafa” dan “Al-rasyddin” kata khulafa meruppakan bentuk jama dari kata “khulafah” kata ini dalam bahasa arab mengandung pengertian cerdik,pandai dan pengganti sedangkan al-rasiddin merupakan bentuk jamak dari kata “rosyada” yang dalam bahasa arab mengandung pengertian : lurus benar dan mendapat petunjuk.

Bila berangkat dari pecahan pecahan kata di atas, maka dapatlah kita ambil bahwa pengertian khulafaurrasyiddin adalh “ pengganti yang cerdik dan benar serta mendapat petunjuk”.

Adapun yang di maksud dengan kata “khulafaurrasyiddin” adalah : para pemimpin pengganti rosullulah dalam urusan kehidupan kaum muslimin, yang sangat adil dan bijaksana, pandai dan cerdik dalam menjalankan tugasnya senantiasa berjalan pada jalur yang benar dan senantiasa mendapatkan hidayah dari allah”.

Para pemimpin yang di maksud dengan “khulafaurrasyidddin” terdiri dari empat orang sahabat Rasulullah yang sangat terkenal yaitu :
• Abu Bakar shidiq
• Umar bin khattab
• Utsman bin affan
• Ali ibn abi thalib

Dari sini jelaslah bahwa khulafaurrasyiddin itu merupakan khalifah khalifah yang cerdik pandai dan selalu berjalan pada jalan yang benar, senantiasa mendengarkan keluh kesah masyarakat, selalu memperhatikan kepentingan rakyat dan selalu berbuat sebaik mungkin untuk tercapainya masyarakat uislam yang adil, makmur, aman, damai dan sentosa dan bersatu dalam panji panji agama islam.


BAB II
PEMBAHASAN
1. Pusat pendidikan

Pada masa Nabi Muhammad SAW, negara islam meliputi seluruh zajirah arab, pendidikan berpusat di kota Madinah, pendidikan pada masa khulafaurasidin negara islam pertambah luas dengan pesat, pada tahun 17 H = 635 M negara islam telah sampai di Damsik, 17 H = 638 M meliputi seluruh Syria (Syam) dan Irak, 21 H = 641 M sampai Persia, 56 H = 675 M sampai ke Samarkan, 20 H = 640 M sampai ke Mesir dan meluas ke Magrib (Marokko), 93 H = 711 M telah sampai ke sepanyol, perluasan ini bukan karena paksaan sehingga penduduk dengan suka rela memeluk agama islam.

1.1 Madrasah Makkah
Guru yang pertama mengajarkan Al-quran dan perkara halal dan haram dalam islam adalah Muaz bin jabal. Pada masalah khalifah Abdul malik bin Marwan bin Abdullah bin Abas pergi ke Mekah, ia mengajarkan tafsir fiqih dan sastra di Majidil haram , beliaulah yang membangun madrasah makkah kemudian beliau di gantikan oleh murid-muridnya ( tabi’in) yaitu :
 Mujanid bin jabar ( masyhur meriwayatkan tafsir al-quran dari ibnu abbas)
 Alhak bin abu rabbah ( masyhur dalam ilmu fiqih terutama manasik haji )
 Thawus bin kaisan ( salah seorang fuqaha dan mufti )
Ke tiga guru ini kemudian di gantikan oleh Sofyan bin Uyainah dan Muslim bin Khalid al-zanji (guru imam Syafi’i yang pertama )

1.2 Madrasah Madinah
Di sinilah Abu bakar,Usman dan Umar, serta ulama yang termashur di Madinah seperti:

 Umar bin khatab
 Ali bin abi thalib
 Zaid bin tsabit (ahli qiraat dan fiqiha(faraid)
 Abdullah bin umar bin khatab (ahli hadis)
Setelah ulama ulama itu wafat kemudian di gantikan oleh murid-muridnya (tabi’in) yaitu Said bin Musayah (murid Zaid bin Tsabit) dan Urwah bin Az-zuhri bin Al-awam

1.3 Madrasah Basrah
Ulama yang termashur yaitu Abu musa al-asyar (ahli fiqih dan hadis serta ahli quran) dan Anas bin Malik (lebih masyhur dalam ilmu hadits). Madrasah basrah melahirkan Alhasan Basyri, ulama besar berbudi tinggi shalih serta fasih lidahnya dan berani mengemukakan pendapat. Selain itu beliau juga ahli pidato dan kisah ahli fiqir serta tasawuf. Beliau wafat tahun 10 H = 728 M
.
1.4 Madrasah kuffah
Ulama sahabat yang tinggal di Kufah adalah Ali bin Abi thalib. Pekerjaannya di Iraq sebagai social politik dan peperangan. Sedangkan Abdullah bin Mas’ud ahli tafsir dan fiqih serta meriwayatkan hadits – hadits Nabi SAW. Mengajarkan Alquran dan ilmu agama, Umar bin Khattab Mengutus beliau ke Kuffah untuk menjadi guru. Madrasah Ibnu Mas’ud melahirkan enam ulama besar yaitu Alqamah, Al aswad, Masruq, Ubaidah, Al harits bin Qais dan Amr bin Shurabbin.

1.5 Madrasah damsyik (syam)
Umar bin Khattab mengirim tiga orang guru ke Damsyik. Mereka mendirikan madrasah di sana yang mengajarkan Alquran dan ilmu agama, ketiga ulama tersebut adalah Mu’as bin jabal, Ubaidah dan Abu Darda’ di Damsyik. Kemudian mereka digantikan murid-muridnya yaitu Abu Idris Al khailany, Makhul Ad Damsyik, Umar bin Abdul aziz dan Raja’ bin Haiwah. Yang kemudian Abdurrahman Al Auzai’y yang sederajat ilmunya dengan Imam Malik dan Abu Hanifah yang menjadi Imam di sana. Madzhabnya menyebar sampai ke Maghrib,namun lenyap karena pengaruh madzhab Syafi’i dan Maliki.

2. Tingkat pelajaran dan ilmu-ilmu yang diajarkan

2.1. Kuttab, yaitu tempat anak-anak belajar menulis dan membaca atau menghafal alquran serta pokok-pokok ajaran islam.
2.2. Masjid (tingkat menengah dan tingkat tinggi). Pada tingkat tinggi gurunya ulama yang ilmunya masyhur kealiman dan saleh. Pada tingkat menengah belum ulama besar.
Ilmu-ilmu yang diajarkan pada kuttab mulanya dalam keadaan yang sederhana seperti
 Belajar membaca dan menulis.
 Belajar alquran dan menulisnya.
 Pokok-pokok ajaran islam.
Ilmu-ilmu yang diajarkan pada tingkat menengah dan tinggi terdiri dari :
 Alquran dan tafsirnya.
 Hadits dan mengumpulkannya.
 Fiqih.

Ilmu duniawiah dan filsafat belum ada pada rencana pengajaran di masa itu karena masa itu adalah ulama-ulama agama dan kebudayaan yunani, romawi telah tersebar di mesir, syam dan iraq. Tapi diam dan tunduk di bawah kekuasaan pergerakan islam yang maha dahsyat.

3. Ulama- ulama ( ahli ilmu-ilmu agama islam)

3.1. Ulama-ulama ahli tafsir
Ulama ulama ahli tafsir yang termasyur di antaranya yaitu : Ali bin Abi thalib, Abdullah bin Mas’ud dan Ubaiyyah bin Ka’b. Kemudian diikuti oleh murid-muridnya ulama – ulama thabi’in yaitu: Mujahid, Attha’ bin Abu Rabbah (murid-murid Ibnu Abbas).
Pada masa thabiin tafsir Alquran bertambah luas dengan masuknya israilliat dan nasraniat, karena orang-orang yahudi dan nasrani memeluk agama islam.

3.2. Ulama-ulama hadits
Kitab satu-satunya adalah alquran sedangkan hadits-hadits belum di bukukan tapi hanya diriwayatkan dari mulut ke mulut sebagian ada yang mencatatkan hadits yang dipelajari. Ulama – ulama sahabat yang banyak meriwayatkan hadits-hadits ialah Abu Hurairah, Aisyah, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdullah, Anas bin Malik dan Umar bin Khattab.

3.3. Ulama-ulama ahli fiqih
Ulama – ulama ahli fiqih tersebut yaitu Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Abbas, mereka adalah ahli ijtihad dan berani mengeluarkan pendapat.

4. Pendidikan islam pada masa khalifah Abu Bakar as Shiddiq

Sebagai khalifah pertama Abu Bakar As Shiddiq menghadapi masalah yang sangat serius, yang harus diselesaikan dengan cara yang cerdas dan pasti. Kesulitan yang dihadapi adalah orang-orang murtad, mengaku dirinya sebagai nabi serta para pendukung dan kaum yang tidak mau membayar zakat. Sebab-sebab terjadinya hal ini setelah Rasulullah saw meninggal diantaranya:
 Ajaran belum dipahami benar
 Rasa kesukaan yang mendalam yang jauh sebelumnya telah diberantas oleh rasulullah
 Kesalahan dan penyimpangan penafsiran dan pemahaman ayat-ayat alquran

Selain menghadapi kaum pemberontak juga didorong oleh rasa kewajiban melaksanakan amanat Rasulullah saw maka Abu Bakar as Shiddiq memastikan memberangkatkan pasukan ke Syiria yang telah dipersiapkan sesaat sebelum Nabi wafat. Meskipun pemberangkatan pasukan tersebut mendapat kritikan yang cukup keras dari para sahabat mengingat pada waktu itu masih belum mengizinkan karena masih dalam keadaan berkabung tetapi tindakan Abu Bakar tersebut menimbulkan kejutan bagi lawan-lawannya.
5. Pendidikan pada masa khalifah Umar bin Khattab

Semangat berdakwah dan pendidikan yang berada di daerah – daerah baru menunjukkan kekuatan yang sangat tinggi. Pemahaman agama baik yang menyangkut dasar – dasar pokok ilmu maupun mengenai ibadah dan muamalah telah mulai dirintis. Usaha mengumpulkan hadits makin meningkat meskipun masih bersifat riwayat, Umar bin Khattab melarang para sahabat yang lebih dekat kepada Rasulullah dan yang paling berpengaruh meninggalkan Madinah.

Madinah adalah gudangnya ulama seperti Umar bin Khattab sendiri ahli dalam hukum pemerintahan, memiliki keberanian dan kecakapan dalam melakukan ijtihad. Sebelum lahirnya agama islam di negeri arab telah ada semacam sekolah rendah yang mengajarkan menulis dan membaca yang terdiri dari dua jenis yaitu hanya mengajarkan menulis dan membaca dan mengajarkan alquran dan pokok ajaran islam.

Perluasan ajaran islam ke luar jazirah arab banyak menimbulkan persoalan terutama masalah pembauran hidup dan kehidupan secara menyeluruh, bahasa, pergaulan, kebudayaan dan agama. Tiap kali tentara muslim menduduki daerah baru disitulah muncul masalah bahasa sebagai alat perhubungan.

Pendidikan bagi orang-orang sebelumnya beragama kristiani terutama Syiria memerlukan metode yang lebih baik. Yang mampu membersihkan sisa-sisa alam fikiran kristennya sebelum lahir ke dunia, dunia kristiani telah lebih dahulu menghadapi masalah tentang ketuhanan. Masalah ini sering terjadi perbedaan yang menegangkan dalam gereja dan bahkan menimbulkan partumpahan darah.

6. Pendidikan islam pada masa Utsman bin Affan

Kegiatan pendidikan masih berjalan seperti yang telah dilakukan khalifah-khalifah sebelumnya. Hasil pendidikan yang telah dilaksanakan oleh para sahabat Rasul menghasilkan ulama thabi’in. Pada masa pemerintahan khalifah Umar para sahabat tidak diperkenankan meninggalkan Madinah, namun pada masa pemerintahan khalifah Utsman bin Affan larangan itu tidak berlaku lagi.

Dari segi politik tindakan Utsman merugikan dirinya sendiri, sedangkan jika dilihat dari segi pendidikan menguntungkan di daerah mereka membersihkan pelajaran ilmu-ilmu yang mereka miliki yang telah diterima dari Rasulullah.

Tugas mendidik dan mengajar umat di serahkan pada umat itu sendiri artinya itu pemerintah mengangkat dan mengkaji guru-guru pendidik sedangkan pendidik itu hanya untuk mengharapkan ridho Allah semata. Adapun objek pendidik pada masa itu terdiri dari :
 Orang dewasa dan tua yang baru masuk islam
 Anak anak baik orang tuanya yang lama atau baru masuk islam
 Orang tua dan dewasa yang telah lama memeluk agama islam
 Orang yang mengkhusukkan dirinya menuntut ilmu agama secara luas dan mendalam

Adapun metode pengajaran di bagi menjadi empat golongan
 Ceramah, hafalan, mengemukakan dengan menggunakan contoh dan peragaan
 Hafalan dan latihan
 Ceramah dan diskusi
 Ceramah,diskusi dan sedikit hafalan

7. Pendidikan di masa khalifah Ali bin Abi Thalib

Setelah wafatnya usman untuk sementara ali mendapatkan dukungan masyarakat dan terpilih menjadi khalifah, di katakana untuk sementara karena tidak lama kemudian mereka telah dibaiatnya itu terbalik menentangnya, selama pemerintahan ali beliau tidak pernah mendapatkan ke tentraman dan kedamaian.

Perpisahan persatuan kesatuan umat islam sejak terbentuknya khulafah usman bin affan makin lama makin nampak jalas sejak itu perbedaan faham yang menyinggung dasar pokok agama mulai tumbuh, dasar pendidikan islam yang tadinya bermotifkan aqidah tauhid sejak saat itu tumbuh di atas dasar motifasi ambisi, kekuasaan dan kekuatan. Akan tetapi sebagian besar masih ada yang tetap berpegang teguh pada prinsip prinsip pokok dan kemurnian yang telah di ajarkan oleh Rasullalah saw.

Pada saat itu kegiatan pendidikan mendapatkan gangguan dan hambatan terhambat oleh perang saudara, meskipun tidak berhenti sama sekali ali sendiri pada saat tidak sempat memikirkan masalah karena seluruh perhatiannya di tumpukan pada masalah yang lebih penting dan mendesak yang akan memberikan jaminan keamanan, ketentraman dan ketertiban dalam kehidupan yang mempersatukan kembali paduan umat




















BAB III
KESIMPULAN
Pada masa Nabi Muhammad saw negara islam meliputi seluruh zajirah arab, pendidikan berpusat di kota Madinah, pendidikan pada masa Khulafaurasidin negara islam pertambah luas dengan pesat, di antaranya : Madrasah Makkah. Madrasah Madinah , Madrasah Basrah, Madrasah kuffah, Madrasah Damsyik (Syam). Ada pun tingkatan tingkatan pembelajaran yang di ajarkan di antaranya Kuttab, yaitu tempat anak-anak belajar menulis dan membaca atau menghafal alquran serta pokok-pokok ajaran islam.
Masjid (tingkat menengah dan tingkat tinggi).
Pada masa pendidikan khulafarasyiddin banyak ulama ulama yang masyhur seperti Ulama-ulama ahli tafsir, Ulama-ulama ahli fiqih, Ulama-ulama hadits.
Pendidikan islam pada masa khalifah Abu bakar as Shiddiq
Sebagai khalifah pertama Abu Bakar as Shiddiq menghadapi masalah yang sangat serius, yang harus diselesaikan dengan cara yang cerdas dan pasti. Kesulitan yang dihadapi adalah orang-orang murtad
.Pendidikan islam pada masa Utsman bin Affan, Kegiatan pendidikan masih berjalan seperti yang telah dilakukan khalifah-khalifah sebelumnya. Hasil pendidikan yang telah dilaksanakan oleh para sahabat rasul menghasilkan ulama thabi’in,
Pendidikan di masa khalifah Ali bin Abi thalib Pada saat itu kegiatan pendidikan mendapatkan gangguan dan hambatan terhambat oleh perang saudara, meskipun tidak berhenti sama sekali ali sendiri pada saat tidak sempat memikirkan masalah karena seluruh perhatiannya di tumpukan pada masalah yang lebih penting dan mendesak yang akan memberikan jaminan keamanan, ketentraman dan ketertiban dalam kehidupan yang mempersatukan kembali paduan umat







DAFTAR PUSTAKA

Zuhairimi,dkk.Ilmu Pendidikan Islam.Jakarta Bumi Aksara.2002
H.M. Arifin. Ilmu pendidikan islam. Jakarta bumi aksara.2004

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda